Welcome Exam I am Ready!

malam kian larut waktunyatarik selimut angin berhembus lembut ,malam yang sunyi, hanya deru kendaraan roda 2 dan roda 4 yang terdengar, lampu2 di setiap rumah masih menyala hanya pintu2 rumah mereka yng tertutup rapatjarang sekali ada pedagang keliling melewati gang2 rumahku d malam hari mungkin karena sepinya pembeli, tapi sepertinya aku tidak bisa secepat itu untuk larut dalam indahnya mimpi yang sering datang menghampiriku,ku persiapkan barang2 yang akan ku bawa esok hari aku rasa hnya aku yang terlambat datang ke asrama tapi tak apalah kapan lagi aku datang terlambat ,yang penting aku tidak terlambat mengikuti ujian UAS & Ujian praktek yang di adakan di asramaku . semua perlengkapanrasanya sudah kumplit tidak ada yang tertinggal mulai dari baju tidur ,baju sekolah,kosmetik sampai perlengkapan mandipun sudah ku persiapkan tinggal tunggu hari esok hmmmzzzzz seperti mimpi rasanya ,aku akan menginap di asrama selama 2 week! Owh sangat2 mengejutkan,waktu menunjukan pukul 11.15 mata ini belum terasa mengantuk ntah apa yang menyebabkan mataku masih terjaga padahal aku sudah memejamkannya berulang kali ,gelisahkah aku?apa yang ku gelisahkan?.

@@@

“hi k’Ulya,kapan datang nie? Gm kabarnya?lama banget kamu g datang ke sini”ku hanya menjawab dengan senyuman Rona mengerti maksudku,jujur saja aku udah g nyaman lagi kalau harus tinggal lama di sana mungkin karena sekarang aku merasa nyaman hidup di luar atau mungkin karena aku memang sudah tidak bermukim lagi di asrama jadi merasa canggung dan malu,pertama datangpun aku mulai merasa malu untuk menginjakan kaki di tempat itu teman2kupun tidak ada yang menyambut karena aku tidak memberi tahu mereka kalau aku akan datang sore itu, ku rasa merekapun akan tahu aku dating, tanpa harus aku beri tahu .ku meminta tolong pada Rona untuk membantuku mengangkatkan koper yang begitu berat untung saja dia mau ,semua mata tertuju padaku ketikaku melewati masjid yang dekat sekalidengan kamar teman2ku ya itulah alumni pasti jadi pusat perhatian para santri baru ataupun santri lama yang mengenali kita,ku tundukan pandanganku karena rasa malu padahal untuk apa aku malu toh aku masih mengikuti aturan yang ada di asrama tapi ya mungkin itu salah satu dari sifat ku yang masih mendarah daging dan mudah- mudahan itu hilang ,hilang dalam kebenaran dan muncul dalam kesalahan. sore itu cuaca terlihat cerah seolah mendukungku untuk terus semangat menghadapi ujian hari esok ,ku sapa semua teman2ku yang ku dapati di sana mereka tersenyum ramah padaku menyapaku dengan penuh senyuman aku senang bisa bertemu dengan mereka kembali sungguh kapan lagi aku bisa bertemu dengan mereka selain di keseampatan kali itu ,ku rebahkan tubuh yang lelah ini di atas tumpukan kasur yang tersusun rapih mereka bnyak bertanya padaku tentang hidupku ketika sudah di luar asrama tentang pasanganku dan pastinya tentang perkembanganku,bagai seorang artis yang sedang di wawancarai saja !!!…………..

Sore berganti malam, indah! ku bisa melihat kembali keindahan di malm hari yang sesungguhnya, bintang yang bertebaran bagaikan kumpulan galaxy yang terlihat begitu jelas ku lihat pancaran bulan yang beitu terang meramaikan suasana malam ,asrama begitu ramai dengan teriakan para santri yang sedang belajar di malam hari para ustadz mengontrol berjalannya aktivits di malam itu ,angin berhembus sepoi2 menyentuh tubuh semua orang yang terlibat di dalamnya ku enggan untuk kembali menyaksian indahnya malam itu udara mengalahkan ragaku aku kembali ke dalam kamar yang cukup untuk kami para alumni menginap di dalamnya aku terlelap dala tidurku,bersiap untuk hari esok hari di mana aku juga teman2ku yang lainnya akan menghadapi ujian Aliyah.
.”Ulya di mana ruang ujian kamu?”Tanya Avril padaku ,setelah ku lihat daftar urut tempat duduk ternyata aku dan Avril satu ruangan tempat duduk kami berjauhan Avril duduk di barisan depan sedangkan aku duduk di barisan belakang dekat dengan Raja di depanku sedangkan di sebelahku sendiri ada Ira dan Zizi ,aku senang dengan hal itu kutersenyum padanya dia tahu kalau ternyata aku satu ruangan dengannya ,ujian yang menyenangkan fikirku tapi pertama ujian ku merasa kurang nyaman karena ternyata di ruanganku ad 6 orang ikhwan ,lama ku menjalaninya akhirnya ku terbiasa juga tapi aku tetap harus tahu batasannya meskipun kami memang tidak terlalu di awasi lagi ujian hari pertama lulus sensor tdk ada masalah, aku juga yang lainnya free dari pengawasan guru2 ya ada di sekolah itu .
Hari demi hari kami lalui dengan sempurna tidak ada masalah sedikitpun seseorang jauh di sana slalu menyemangati ku untuk slalu bersemangat mengerti dengan keadaanku ,mengingatkanku dalam segala hal menemaniku di kala sepi ,sibuk,juga dalam keadaan ketika ku membutuhkan org yang dapat membantu ku untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan yang menurutku memusingkan karena jujur aku kurang bisa dengan hal kerajinan tangan meskipun aku seorang perempuan,mungkin dia menganggapku lebih tapi aku belum bisa sepenuhnya untuk bisa terus dekat dengannya karena ku punya pengalaman pahit dalam masalah cinta ,aku tidak ingin di sakiti untuk kedua kalinya dan aku tidak ingin menyakiti siapapun,

@@@

kami memang curang dalam ujian kali ini tapi mereka lebih curang dari kami, kami mengkaji sendiri soal2 yang akan di ujikan sedangkan mereka mendapatkannya dari guru2 mereka tapi kami juga sadar kami tdk boleh suudzon dulu Karenaitu merusak reportase kami sebagai seorang murid di asrama kami 1 minggu kami lalui ujian UAS itu, 2 hari terakhir masalah mulai bermunculan kami ketahuan mendapatkan jawaban-jawaban untuk soal yang akan di ujikan semua murid yang membawa hand phone mengumpulkan hand phone mereka trkecuali ruanganku dan sebagian teman aku yang lain ku hanya diam ku sembunyikan dalam saku bajuku dan untungnya ruanganku bebas dari penggeladahan, hand phone ku selamat ,hari terakhir ujian sekolah semua pengawas menggeledah baju kami satu per satu untung waktu penggeledahan aku tidak membawa hp ku lucunya ketika penggeledahan di langsungkan satu dari kami menyembunyikannya ke dalam tempat terlarang ,gelak tawa terdengar di ruang kami terutama ikhwan yang ada di tempat benar2 hal yang menggelitik .
“Ya,kamu bawa lg?” Tanya salah satu dari teman ku.aku menggeleng sembari tersenyum dia mengiyakan .awan mendung,dia seperti tidak bersahabat aku terdiam ada rasa takut dalam hati kalau kami akan dapat masalah yang besar hari itu bpk kepala sekolah masuk keruangan kami ,ku kira kami akan dapat hukuman darinya
“asslamkum wr’wb’…baiklah anak2 ujian praktek kita mulai dari sabtu, minggu ini…! ,di karenaka hari jumat tanggal merah jadi besok ujian di liburkan dahulu baiklah mungkin hanya itu saja,wassalamkm”
“jadi aku di sini 1 minggu lagi donk ?”
“ya seperti itulah Ulya”
“subhanallah ”,,,,,,,,
“sabar Ya”,
Ku tersenyum kaku tdk ku kira tadinya 1 minggu jadi harus 2 minggu ku rasa percuma aku terus mengeluh ,toh tdk membuahkan hasil .

@@@

Hari kamis ,hari dimana kami mulai mengikuti ujian praktek fiqih dan aqidah ,kami mampu menghadapinya .syukurlah kami lolos dalam ujian praktek pertama ini .
Udara segar cuaca yang mendukung ku rasa hari itu kami akan sibuk mempersiapkan makalah yang harus di dwon load ya untuk apalagi kalau bukan untuk kami serahkan di hari sabtu nanti ,aku dan Mala pergi dari asrama kami mencari warnet yang lumayan jauh dari sekitar asrama, cukup menggunaka waktu yang lama kami mendown load. ya memang aku kurang bisa jadi lumayan lama .cuaca semakin panas matahari kian memperlihatkan sinarnya mobil2 berjajar di sepanjang jalan aku bru melihat pemandangan seperti itu ,memang hari itu adalah hari jum’at jadi banyak kendaraan beroda 4 memilih untuk berhenti sejenak memenuhi masjid di pinggir jl raya tsb ku terus berjalan menuju warung bakso untuk mengisi perut yang masih kosong sedari pagi tadi .untung saja aku sudah biasa dengan perut kosong jadi bukan masalan lagi untuku kalau aku belum makan.
“Ulya,cerpen gimana?apa kamu udah menyelesaikannya? “Tanya Ammar pada ku,ku kira mereka tidak menyerahkannyha pada ku jadi aku enjoy saja tanpa membuat cerpen itu,

Hari yang aku tunggu hari sabtu,kami akan melakukan praktek olah raga ,kami kenakan pakaian olah raga angkatan kami dan semua terlihat serempak ,aku suka pemandangan seperti ini semua murid harus mengikuti olah raga yang di tentukan tapi aku mundur ketika olah raga loncat jarak jauh aku rasa aku tdk usah mengikuti olah raga yang satu itu,kenapa?jika olah raga itu di pisah antara akhwat dan ikhwan aku pasti akan mengikutinya tapi nyatanya tidak ada batasan antara kami,jadi lebih baik aku mundur saja…..
“dhe,kenapa tadi ga loncat ?”tanya Akara padaku dia memang saudaraku ,saudara yang menyebaklkan tapi menggemaskan juga
“ndak k,”
“kenapa?kamu g dapat nilai donk dhe?”
“nggk k biarin aja,”
“hmmz kamu nie dhe harusnya kamu tadi loncat”Sembari mendekati ku ,lalu berjalan mundur menjauh dari hadapan ,aku bejalan meanjauh dari toko yang tadi aku datangi untuk membeli sebuah minuman karena haus yang ku rasakan kami berjalan bersamaan, ikhwan di belakang kami dan akhwat di depannya terbalik sich memang ,tapi ku rasakan bagaimana namanya sekolah di luar sana bebas tanpa ada hijab olah raga yang menyenangkan kapan lagi bisa olah raga bareng dengan teman2 !,usai praktik olah raga aku bergegas membeli sebuah buku tulis untuk membuat cerpen yang harus jadi secepat mungkin. dengan gerakan yang cepat ku sambar pulpen yang sedari tadi bersembunyi dalam kantong bajuku .penulisan cerpen baru akan di mulai, ku berusaha menyelesaikannya dalam jangka waktu yang singkat tapi tetap saja cerpenku belum saja selesai di hari itu juga, ku mencoba untuk tidak tidur malam demi menyelesaikan karyaku, seseorang di sebrang sana setia menungguku dengan suaranya ,aku terhibur semua tidak menjadi beban untukku baru kali ini ada orang yang begitu perhatian terhadapku setia menemaniku ,mengajariku,memberi motivasi padaku juga sabar dengan keadaanku yang mungkin slalu menyebalkan orang yang ada di sekitarku.Hubungan kami tidak bisa di bilang pacaran karena memang kami tidak pacaran mungkin bisa di bilang HTS (Hubungan Tanpa Setatus ),tapi kurang srrek juga kalau di bilang hts aku lebih suka kami adik kakak ketemu gede gitu ,sama aja kali ya,,ntahlah aku bingung sendiri ……………..!!!!!!!!!!!!,^_^…

Esok hari yang mendung hari ahad,aku terus mengerjakan tugasku yang belum selesai, cerita yang panjang menurut teman2 ,tapi tidak menurutku hari semakain siang besok adalah pengumpulan hasil karya,seperti karya ilmiyyah,cerpen,dan hasil karya yang lainnya ,sedangkan aku belum juga menyelesaikannya tepat jam 16.30 akhirnya cerpenku selesai juga,baru kali ini aku dapat menyelesaikan cerpen dalam waktu yang singkat biasanya ku kerjakan dalam waktu yang lama tapi tidak untuk kali ini ,sore itu aku mengajak Kay mengantarku ke kampus putra untuk menyerahkan hasil karya yang akan di ketik oleh ikhwan di kelompok ku,tapi ketika ku sampai di sana hanya kekecewaan yang ku dapat mereka tidak memberitahu kalau mereka terlebih dahulu mendownload sebuah cerpen,aku tidak marah tapi aku hanya kesal saja kesal karena mereka sendiri yang menyuruh ku untuk secepat mungkin menyelesaikan cerpen yang mereka percayakan padaku tapi ketika ku menyelesaikannya ternyata mereka lebih dulu memilikinya,ku kucewa sangat untuk apa aku lembur sedangkan tidak membuahkan hasil.
?“sebel banget,kenapa g kasih tahu aku kalau udah di selesaikan,?”
Massageku baru di balasnya malm ,aku makin kesal dan kecewa

?“assalammu’aliakum”?

?“wa’alaikumsalam ada apa ust?”panggilku padanya meskipun dia satu angkatann denganku ,krena dia ustadz di asrama jadi lebih baik aku panggilnya seperti itu

?“mana cerpennya?”

?“perlukah?”

?“ya sangat perlu”

?“bukannya udah selesai terlebih dulu?”

?“kata siapa”.

?“kata ust Salman”

?“kata siapa Ulya?”

Aku makin kesal, sebenarnya beliau mempermainkanku atau sedang menguji kesabaranku?,aku tidak mengerti dengan yang di maksudnya dan apa maunya mudah2an itu hanya firasatku yang buruk saja

?“tadi kan aku udah bilang,kata ust Salamn ust ……………..tadi sore aku ke asrama ikhwan tapi waktu aku tanyakan kemana ust Ammar yang lain bilang kalau antum lagi main footsal ya udah aku kembali ke asrama akhwat ,toh nuggu anmtum juga ga ada gunanya “

?“Ulya marah ya?”

?“insyaallah tidak ada kata marah, untuk apa aku marah? Ga ada guna aku marah yang penting tugas selesai”.

?“afwan ya Ulya “

?“ga apa2 toh aku juga yang salah kerjaanku kurang cepat “.
“^_^”………….

Malam yang kelam terdengar suara jangkrik di mana2 aku meminta Mita menemaniku malam itu, dia adik kelasku yang begitu dekat denganku aku ,Mita,Nina,kami benar2 klop banyak kesamaan dalam diri kami itu yang ku rasakan .kami saling melepas kerinduan banyak berbagai macam hal yang kami ceritakan mulai dari kelulusan pengabdian ,sampai jodoh hmmzzz jodoh ea memang kita tidak tahu siapa jodoh kita ,udara yang dingin menemani kami semilir angin membuat bulu kuduk kami berdiri tapi kami terus menembusnya dengan cerita2 hangat malam itu.Mita adik kelas ku yang baik, pintar, shalehah manis tdk salah jika teman seangkatanku Yusuf menyukainya ku harap mereka bisa sampai pelaminan itu do’a ku untuk keduanya tapi tetap jodoh ada di tangan Tuhan
,mata kami terasa kantuk aku berjalan menuju kamar temanku yang lain untuk menyelesaikan tugas kerajinan kami,kk’menemaniku mebantu menyelesaikan kerajinan tangan pada malam itu pukul 01.00 tugas baru saja selesai kk’ masih menungguku untuk cepat tidur dia tidak bisa menutup hand phonenya jika dia tahu kalau aku masih terjaga ,perhatiannya padaku sangat pagi,siang,malam pasti tak lepas dari menelephoneku dia tahu waktu tidak mengganggu ku ketika ku belajar pokkoknya sangat perhatian pada ku .atau mungkin aku terlalu mempercayainya?

@@@

Senin ,26 maret 2012 waktunya pengumpulan karya ilmiyyah dan kerajinan tangan ,sukses akhirnya ujian praktek seslesai juga yang artinya aku bisa cepat pulang meninggalkan asrama tercinta hari itu kami mengumpulkaan hasil kerajinan kami juga karya ilmiyyah kami ,ada kecurangan dalam pengumpulan karya lmiyyah kami di suruh untuk talking ketika pengumpulan karya ilmiyyah bahasa inggris sedangkan murid dari sekolahnya sendiri hanya di suruh untuk mengumpulkannya saja tapi tak apalah itu pembelajaran buat kami,supaya kami tambah pintar waktu itu karya ilmiyyah berbahasa inggris kami tanpa memakai jilid akhirnya kami mengumpulkannya lalu menjilidnya bersama ,aku dan Putri pergi menuju foto copy terdekat kebetulan sekali di sana aku bertemu dengan Adhan dia ikhwan ,teman seangkatan denganku aku dekat dengannya dulu teman2 bialang kalau dia suka denganku dia memang akrab dengan orang tua ku dia perhatian baiik,pintar,tapi ntah kenapa aku tidak bisa untuk menerimanya sebagai seseorang yang sepesial,aku ingin dia menjadi lebih baik lebih shaleh lebih tahu akan syariat agama aku harapaku bukanlah penghancur akhlak dan imannya itu alasananku kenapa aku tdk memberi respon lebih padanya juga memang karena umur kita terpaut tidak jauh dan aku tidak ingi kita hanya have fun aja untuk masalah yang satu ini,aku tersenyum padanya begitupun dia !

“hi,ya gimana kabar ummi?’

“Alhamdulillah baik “ku tersenyum padanya

Adhan ,apa benar sekarang kamu denganya?kenapa?apa karena aku tidak memberikan jawaban pada mu waktu itu?kamu jadi dingin padaku Dhan ,tingkah lakumu sekarang ini berbeda dengan itngkah lakumu sebelumnya tidak seperti biasanya .Dhan ada apa dengan mu?kamu sekarang bukanlah Adhan yang ku kenal dulu …..(ku berbicara pada diriku sendiri ),
Setelah penjilidan selesai aku juga putri kembali ke sekolah untuk menyerahkan hasil jilidan karya ilmiyyah kami,setelah menyerahkan kertas2 HVS itu kaki ini cepat melangkah menjauh dari ruangan pengumpulan tugas, ku berjalanterus berjalan menuju kantin sebelum saampai ku urungkan niat ku untuk terus melanjutkan langkahku,ku lihat Adhan menyandarkan lengannya di atas pangkuan Tiara mereka terlihat begitu dekat, dari awal aku udah yakin kalau Adhan akan dengannya gelak tawa canda ria terlukis di wajah keduanya tersirat rasa takut di wajah mereka,ntah ketakutan apa yg mereka sembuyikan ,takut kalau aku tahu mereka menjalin hubungan khusus ?itu pasti karena aku tahu hal itu,dan percuma mereka tdk bisa menyembunyikannya dari ku .ntah kenapa hati ini sakit ,bukan sakit karena aku tdk bisa menjadi kekasihnya akan tetapi sakit karena mereka menusukku dari belakang ,ingin ku menangis sejadinya tapi untuk apa?kenapa? jika ku menangis karena masalah itu sungguh aku adalah orang yang munafik di antara teman2ku bukankah aku beragama islam bukankah aku beriman? Kenapa harus menangis karena hal seperti itu ?tapi tak bisa aku pungkiri air mata ini begitu cepat meleleh, pipiku basah olehnya ,aku harap tidak ada yang menyaksikan hal itu biar hanya aku dan diri-NYA yang tahu .hari semakin siang terik matahari solah menantang kami agar terus berjuang tanpa mengeluh menggapai mimpi

“tadi dari mana Lan?”Tanya Nirna pada Alan ,aku seamakin penasran karena setahuku tadi Alan mengantar Adhan sampai depan gerbang sekolah.

“itu na, Adhan minta di antar sampai depan”

“ya elah kedepan aja minta di antar,dia kan cowo Lan,memang ada apa?”.

“itu katanya tadi Tiara sms cepat pulang,pengen pulang bareng”

“hmzzzzz emangnya di tunggu di mana sama Tiara?”.

“di dekat masjid depan itu loch”

“owhh”.

aku hanya tertegun menopang dagu,ku tidak menyangka dengan semua yang terjadi di asrama,juga yang terjadi pada sahabatku air mataku meleleh kembali sedih,dada ini sesak dengan pengakuan Alan tadi kegelisahan mulai tidak bisa di redakan lagi aku benar2 tidak betah lagi untuk tinggal lebih lama di asrama,apalagi jika aku harus melihat kemesraan dan kedekatan mereka di setiap mereka bertemu tapi kenapa aku harus merasakan hal itu?ku mengingat-NYA sesering mungkin, meredakan perasaan yang gelisah berusaha mendekat pada-NYA,menjauhkan perasangka buruk yang sering menghampiri,

“Ulya,kapan kamu pulang?”

“secepatnya”.

“kusam banget ya”

Senyuman yang hambar untukku saat,,, itu sangat hambar,apa aku cemburu?idak itu tidak ada dalam kamusku ,besok aku pulang aku pasti bisa melupakan kejadian itu,malam terakhir di asrama ku curahkan semua kegelisahan ku pada Mita,dia merespon dengan baiik dia mengerti keadaanku saat itu,seharian wajahku masam tapi ketika ku bersama Mita senyum ku kembali menghiasi bibirku yang seharian kecut.Sekarang aku dapat mengambil hikmah dari semua yang ku lalui selama ku mengikuti ujian Aliyyah itu aku hanya dapat bergumam

“good bye Adhan,,smoga kita dapat bertemu kembali..sukses slalu teman kelak kita akan ssssmerasakan indahnya kesuksesan yang telah kita raih”

Senyumku mengembang Ku seret koperku menjauh dari kamar alumni,aku alumnni pertama yang meninggalkan asrama pagi itu udara yang sejuk menemaniku dalam perjalanan pulang,embun pagi membelaiku dalam indahnya panorama sepanjang jalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s