42 Cerita Lucu Humor Paling Gokil Bikin Ngakak

Alat yang Hebat

Seorang laki-laki datang ke Institute of science merupakan tempat para peneliti memperagakan hasil penemuan mereka dan mendapatkan hak patent bagi penemuan tersebut. “Saya telah menemukan alat untuk membuat manusia bisa berbicara dengan manusia lain di tempat yang berjauhan.”

“Dan saya menamakan alat itu … TELEPON,” katanya. Para hadirin terkagum-kagum. Tak lama kemudian, datang lagi dua orang bersaudara. “Kami telah menemukan alat untuk membuat manusia bisa terbang seperti burung. Dan kami menamakan alat itu … PESAWAT TERBANG.”

Para hadirin semakin kagum. Tiba-tiba, datanglah seseorang dari Indonesia. “Saya telah menemukan alat untuk bisa membuat Manusia bisa berjalan menembus dinding, kaca dan besi,” katanya. Para hadirin Hebohh besar. “Dan Saya menamakan alat itu … PINTU.”

Panggilan Buat Ibu

Dalam kelas baru murid sekolah dasar kelas 1. Seperti biasa terjadi kenal mengenal antara guru dan murid.

Guru : “Siapa nama kamu ?”
Murid : “Amelia”
Guru : “Kalau ibu kamu siapa ?”
Murid : “Mama ?”
Guru : “Maksud ibu, nama Ibu kamu ?”
Murid : “Iya , Mama.”
Guru : “Okelah, bagaimana Ayah kamu panggil Ibu kamu ?”
Murid : “Eh , monyet..”

Surat Ijin Tidak Masuk Sekolah

Supar sering tidak masuk sekolah tanpa alasan dan berita yang jelas, suatu hari di dimarahi oleh gurunya.

Guru : “Supar kalau kamu nggak masuk karena sakit atau halangan, kan kamu bisa kirim surat!”
Supar: “Dulu Supar pernah kirim surat tapi nggak pernah di balas-balas, jadi malas untuk buat surat lagi…”

Bos yang Keren

Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.

Semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja, kecuali dirinya. Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, “Berapa gajimu seminggu?” Dengan sedikit terkejut, pemuda itu melihat ke arah si bos dan berkata, “Hmmmm sekitar 100.000 per minggu, kenapa memangnya?”

Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, “Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi!”

Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara. Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. “Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut,” tanyanya.

Suasana menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan, “Ia tak bekerja disini. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan personalia…”

Halaman: | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |

Advertisements