24 Puisi Ibu, Syair Indah Untuk Bunda Tersayang

woazy.com – Puisi Ibu. Kumpulan puisi berikut ini adalah puisi untuk ibu yang dibuat untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya akan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang tiada bandingnya. Silahkan disimak!

puisi ibu

Kumpulan Puisi Ibu Terbaik


Wanita Itu Ibuku

Puisi Ibu Oleh DD

Wajahnya lembut, sedap dipandang mata
tapi dia tidak secantik lady Diana,
bagiku, kecantikannyalah yang bisa mengalahkan kecantikan bidadari surga.
Tatapan matanya teduh, memancarkan kelembutan,
Membawa ketenangan dan kenyamanan.
Ya…wanita itu ibuku.

Tidak….aku tidak akan membicarakan raganya,
Aku akan selalu membicarakan kisah perjuangannya,
Aku akan selalu mengenang semua jasa-jasanya,
Yang selalu sabar dan setia,
Mengajarkan aku mengeja dunia,
Dari Alif sampai Ya, dari buta sampai bisa menatap segala.
Ya…wanita itu ibu ku.

Maaf kan aku IBU….
Terkadang, aku acuhkan nasehatmu,
Terkadang, aku sakiti hatimu,
Terkadang, aku ambil kesenanganmu,
Terkadang, aku selipkan rasa malu dihatimu,
Tapi kau tak pernah mengingat semua itu,
Kau anggap angin lalu, dan semua kekesalanmu, berubah menjadi doa untuk kebaikanku.
Ya…wanita itu ibuku..

Kau miliki ratusan bahkan ribuan anak,
Yang telah dan kau didik setiap hari,
Tapi aku tak pernah kau lupakan,
Tapi aku tak pernah kau acuhkan,
Kau selalu ingat untuk mengajarkan aku
Membaca huruf demi huruf,kata demi kata, Bahasa manusia.
Ya….wanita itu ibuku..

Selalu akan ku kenang, selalu akan ku ingat,
Dalam setiap doaku…
“Ya Allah ya tuhanku, Ampunilah dosa ibu, dan kasihilah dia,sebagaimana dia telah mengasihi aku sewaktu kecil sampai aku menutup mata.”


Wanita Hebat

Puisi Ibu OLeh Indra Unwakoly

Setiap kali bertemu kau memelukku,
senyummu terlalu kekar tuk kenal duka,
tengadah padaku pada bulan merah jambu.

Kau memberiku berjuta pesan
tetap menjadi sederhana tuk kuasai dunia,
untuk hidup dari kehidupan agan-angan yang gemerlap,
gembira dari kemayaan riang,

kau memberiku berjuta nasehat
untuk tidak ini dan tidak itu,
tapi harus begini dan begitu,
terima kasih..

Kau memukul aku karena melawan
kuingat rotang itu,,
rotang yang selalu kau katakan ada obat di hujungnya,

hai ibu kini aku sudah dewasa
semua yang kau mau sudah ku turuti..
Terima kasih ibu..

Satu jika kau tak bersendal
akan kuberikan sendal berlapis emas itu..
Untuk lindungi surgaku.


Cahaya Dalam Rumah

Puisi Ibu Oleh N.N

aku melihat langit menyeka bulir sendu air mata
ketika malam seakan hilang rupa diwajahnya
: padahal kebiasaannya adalah tersenyum lembut saat menatapku
namun, hanya muram yang kini ia bisa bagi denganku

aku mulai dihujani pertanyaan-pertanyaan risau
bikin angin semakin keras mendesau
berlari, mencari celah jawaban Tuhan
yang mungkin sudah tertulis pada dahan-dahan

lalu, sedetik-dua kutermangu di sudut qalbu
tiba-tiba lirih kudengar ada yang bercakap disebalik dadaku

: “adalah sepasang pintu surga menantimu, o…kekasih,
mereka begitu dekat, selalu berharap kau selamat,
lalu do’a-do’a mereka mencakar segala gusar,
meredamkannya bagai deras air yang mengular,
maka kumohon pulanglah dulu, o…kekasih,
basuhi kerinduan mereka dengan kelembutan dan asih.”

aku tertegun, menderas air mataku
kutengadahkan kedua tanganku
berharap sepasang pintu surga terus terbuka
sampai saat nanti aku memasukinya

wahai ibu… ayah…

segera ku basuhi segala kerinduan
kita rajut lagi kebersamaan
kemudian kita sulut cahaya dalam rumah
melukisnya menjadi serupa Jannah.


Bocah Nakal

Ku tatap wajahmu di keremangan malam
Wajah tuamu yang mulai kusam
Kulihat dengan jelas kerut keningmu
Yang dulu tak pernah tampak
Tangan mu yang kuat
Kian lemah seiring usia
Langkah mu yang dulu tegap
Kini rapuh dan membungkuk
Maafkan aku ibu
Di saat semua orang berfikir aku telah dewasa
Aku masih jadi bocah nakal pembuat ulah
Aku masih menyuguhkanmu cerita duka
Yang kelak akan jadi gurauan manja
Kala aku jadi anakmu yang berguna


Keluarga Kecilku

Puisi Ibu Oleh febrina puspita

Senyum manis mereka selalu membuat ku semangat
Kasih sayang mereka tidak pernah lepas dari ku

Ibu yang selalu mendengar curhatku
Ayah yang selalu memenuhi kebutuhanku
Saudara yang selalu menghiburku

Saatku jauh dari mereka aku rapuh
Cinta mereka lebih dari segalanya

Keluarga keciku…
Kita memang tidak memiliki harta yang banyak
Tapi kebersamaan kita jauh lebih indah daripada semua itu

Keluarga ku..
Cinta dan kasih ku selalu ada sampai akhir hayatku

Keluargaku
Maafkan aku jika pernah melukai perasaan kalian
Maafkan aku yang senantiasa meremehkan kalian
Ku begitu sempurna saat didekat kalian.


Kata-Kata Untuk Mama

Puisi Ibu Oleh Neng Ani

Kau membesarkanku dengan pengorbanan
Kau membesarkanku dengan penuh rasa cinta
Sungguh besar pengorbananmu untukku
Sungguh besar rasa cintamu untukku
Mama…
Sembilan bulan kau mengandungku
Dan sekarang…
Aku sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang banyak sekali menyusahkanmu
Mama…
Maafkan aku yg slalu menyakitimu
Maafkan aku yg slalu menyusahkanmu
Maafkan aku yg belum bisa menjadi anak yg engkau cita citakan
Tapi…
Aku janji suatu saat nanti aku akan menjadi aku akan membuatmu bahagia
dan…
Aku janji suatu saat nanti aku akan menjadi seorang gadis yg engkau impikan
Terimakasih Ma atas semua kasih sayang yg telah engkau berikan
Semoga Allah menempatkanmu di syurga yang paling tinggi


Saatku Menutup Mata

Puisi Ibu Oleh Fahmi Mohd

Saat ku menutup mata bunda…
Aku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh air…..
Saat ku menutup mata bunda…
Aku tak ingin hati itu seakan tergores…..
Saat ku menutup mata bunda…
Aku ingin bibir itu terseyum…..
Aku tidak ingin engkau terluka…..
Bunda…
Mungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimu…….
Tapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggub melepaskanku….
Bunda….
Aku hanya ingin engkau merelakan ku…..
Dan mengantar kan aku pulang ke rumah ku dengan senyum mu…
Saat ku menutup mata bunda….
Aku ingin kau tau bahwa ku…
Menyayangimu….
Bahwa ku …
Mencintai mu….
Aku bahagia bisa jadi anak mu….


Permata Hati

Puisi Ibu Oleh Rainy Zikri

Tengah malam yang hening dan kulihat wajah2 yang lanut dalam tidur lelap.
Wajah ibunda dan bapak yang terlelap.
Ketenangan dalam kelelahan dan kesakitan tak terlihat dalam kelelapan mereka.

Ya Allah kasihani mereka dari sakit dan tuanya.
Sehatkan mereka sehingga khusuk ibadahnya.
Kuatkan mereka melalui kehidupannya.
Bahagiakan hati mereka sehingga kulihat senyum terpancar dari raut wajah mereka.

Jangan berikan rasa sakit dan penyakit yang buruk.
Biarkan mereka dalam semua kebaikan dan kesehatan dari Engkau.

Hambamu berdoa dalam hening malam dan menghiba pada Mu. Karena mereka adalah permata yang bersinar dalam hidupku….
Setiap saat…. dalam tarikan nafasku….
Muliakan mereka dengan kasih Mu


Ketika Senja Berakhir Pudar

Puisi Ibu Oleh Atikah Ujiarti

Aku menapaki jalan terjal nan tajam..
Perih …. sakit…
Sungguh, aku tak berpura..
Itu yang ku rasakan…
Aku tak kuasa..
Sungguh, aku tak kuasa…

Ketika senja beranjak pudar..
Derai air ini mengalir…
Deras.. dan semakin deras..
Ini bukan sembarang air,
Ini air kepedihan, air yang mewakili suasana hatiku saat itu..
Saat itu, 25 Juli 2011
Ketika senja beranjak pudar..

Ibu…
Bibirku bergetar hebat kala ku bisikkan kata itu..
Singkat, namun bermakna dalam..
Sungguh, aku berusaha tegar..
Aku mencoba berdiri..
Aku mencoba tersenyum..
Disaat mereka memandangku iba..
Disaat mereka memelukku penuh haru..
Dan disaat mereka membisikkan kalimat, “Beliau telah bahagia bersamaNya”

Ketika senja beranjak pudar…
Ketika itu pula jiwa ragaku rapuh, lemah..
aku terjatuh, aku menahan perih yang luar biasa..

Tuhan,
inikah takdirku?
takdir yang sama sekali tak kuharapkan,
Kehilangan 2 sandaran dalam hidupku..

Ayah..
Ibu…
secepat inikah kalian meninggalkan putra putrimu?
Sungguh, aku tak kuasa membendung derai air mata ini..

Tuhan, kuatkanlah aku …
Tuhan, peluklah diriku..
Agar aku tetap dapat berdiri,
Meskipun sesungguhnya aku tak mampu lagi tuk menopang tubuh rapuh ini..
Ketika senja beranjak pudar,
Ketika adzan maghrib perlahan di kumandangkan,
Ketika sang surya berganti menjadi ribuan bintang,
Dan ketika itu pula samar-samar ku pandang wajahnya di ujung sana,
Cantik, sangat cantik..
Sungguh menawan mengenakan gaun putih suci nan indah..

“Ibu…” Bisikku sendu..
Ia tersenyum, tersenyum manis menatapku,
lalu menghampiriku sembari berkata :
” Yang rukun ya sama kakak dan adik, jaga adikmu baik-baik ”

Deras…
Kali ini air mataku semakin deras mengalir ..
Sangat deras…

“Ibu………”

Aku berteriak, aku berlari, aku berusaha mengejar bayangnya..
Namun kemana?


Selamat Jalan Mama

Puisi Ibu Oleh Iqyu Mandalika

Waktu yang begitu panjang
Kulewati tanpa kasihmu
Ingin rasanya hati ini merontah
Mengapa hati ini tak bisa menggapaimu
Mengapa aku tak bisa merasakan kasih sayang itu seperti mereka…???
Bertahun aku menantimu
Menanti pelukan hangatmu
Setiap hari,setiap detik dihidupku
Aku selalu berdoa agar suatu saat
Kau bisa memanggilku Anakmu, dan
Aku bisa memanggilmu Mama
Hingga suatu saat kau dipembaringan
Melawan sakit yang kau derita
Kau memintaku untuk memanggilmu Mama
Hati ini bahagia TUHAN
Hingga tak sadar airmata membasahi pipiku
Kau menjawab doaku sekian tahun
Tapi mengapa disaat itupun Mama harus pergi selamanya?
Hatiku sempat menyalahkanMU Tuhan
Tapi aku Percaya apa yang kau buat selalu indah pada waktunya
Trima kasih Tuhan atas sosok Mama yang kau hadirkan dihidupku
Trima kasih Mama telah melahirkanku
Meski kau tak pernah membesarkan aku
Tapi Cintamu tetap indah bagiku
Selamat jalan Mama
Aku sangat Mengasihimu.

read: 17 Puisi Alam Terbaik, Syair Keindahan Alam Pilihan


Ibu, Aku Pasti Datang

Puisi Ibu Oleh Nina Yusuf

Ibu..
Lautan telah ku seberangi
Rantau telah ku perjauh
Aku di sini dan kau di sana
Kita masih berpijak di bumi yang sama
Namun sekarang siangku adalah malammu
Dan malamku, siang bagimu

Ibu..
Bagaimana kabarmu?
Masihkah kau menungguku?
Berharap aku hadir mengisi hari-harimu yang sepi
Menemanimu menonton dan makan gado-gado kesukaanmu

Ibu..
Begitu banyak hal yang kurindukan bersamamu
Begitu banyak kisah yang ingin kuceritakan
Tapi tidak sekarang
Tidak sebelum aku mampu kembali ke tempat itu

Ibu..
Bersabarlah sedikit lagi
Demi aku, demi kita
Aku tau kau lelah
Aku tau kau hampir menyerah
Tapi percayalah ibu, aku pasti datang..


Puisi Ibu – Tangisan Air mata Bunda

Puisi Ibu Monika Sebentina

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku


Puisi – Jasa Seorang Ibu

Puisi Ibu Oleh Patma

Ibu…
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah

Ibu….
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu…
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu…
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu…
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku

Ibu…
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu


Maafkan Aku, Ibu

Akulah sang pengukir mimpi
Yang ingin pergi dari sunyi
Yang hanyut oleh gelisah
Dan ditelan rasa bersalah
Ibu, kaulah matahariku
Terang dalam gelapku
Kau tuntun aku di jalan berliku
Yang penuh oleh batu
Ucapanmu bagaikan kamus hidupku
Aku berteduh dalam naungan do’amu
Memohon ampunan darimu
Karena ridho Allah adalah ridhomu
Aku bahagia memilikimu Ibu
Karena engkau cahaya hidupku
Kaulah kunci dari kesuksesanku
Ibu, maafkan aku


Hati Yang Tersisa

Puisi Ibu Oleh Eko Supriyono

Di bayang matamu yang sayu
Tersimpan sejuta rahasia
Penuh misteri
Yang masih belum terjawab

Di garis dahimu
Tersirat banyak pertanyaan
Begitu sesaknya
Sehingga engkau harus tertunduk

Kokoh rahangmu
Menopang saratnya beban persoalan
Begitu kerasnya
Hingga engkau oleng dibuatnya

Mencoba bertahan
Menyatukan tulang-tulang renta
Menjalin kulit-kulit keriput
Menjemput asa yang tlah kusut

Berusaha tetap berdiri
Berpegang pada semangat yang tlah berkarat
Berusaha tetap memberi
Walau yang tersisa tinggal HATI


Kehebatanmu Ibu

Puisi Ibu oleh Rifka Nurul Aulia

Ketika ku tak bisa berjalan
Ketika ku tidak bisa berbicara
Manusia pertama kali yang menemanimu adalah ibu
Yang selalu ada disaat kau Sedih,senang,dan susah
ketika kamu mulai membesar
Kau bisa memahami hidup
Betapa sulitnya dulu waktu ibumu melahirkanmu
Keringat bercucuran mulai jatuh
Dan disaat ibumu melahirkanmu, ayahmu selalu menemani Ibu
Dan ayahmu berkata “Yang kuat “
Bayangkan dan bayangkan sekarang kau tumbuh menjadi makhluk normal
Masih banyak seorang ibu yang ingin melahirkan anaknya normal
Tapi ada seorang ibu yang harus mendapat kan ujian anak yang tidak normal
Sebagai manusia sosial kita harus saling bantu dan tolong menolong
Maka,Kita harus berterimakasih ke Ibu karena 9 bulan dia mengandung
Tiada letih yang dirasakannya
Maka sekarang kita harus balas budi kepada ibu
Ibu I you
You are my everything
because you’re forever in my heart mother.
Thanks you allah and Thanks Mother
Selamanya kau selau di hatiku

read: 14 Puisi Cinta Romantis Ungkapan Rasa Terbaru


Bunga

Puisi Ibu Oleh Ellen Erviandani

Aku memilih mati !
Jika bunga terus menangis
Karena tiap-tiap tetesannya luka dalam jiwaku
Aku memilih mati !
Buratan benang kusam jalannya sangat terbatas
Kala itu ingin aku bunuh sang waktu
Aku memilih mati !
Sebagai aku kupu-kupu yang tak bersayap
Bagi aku yang tak terbang cerahkan kelopaknya
Aku marah !
Jika keasingan merengut senyum bunga
Sangat teriris…
Aku tak memilih mati !
Sinar doa-doanya selimuti malamku
Begitu banyak harapan mimpi bunga padaku
Aku akan berdiam diri
Dengarkan sepoi angin dari dirinya
Menyongsong tajam sorot mata tuanya
Aku tak boleh mati !
Mendahului bunga
Itu pintanya


Untuk Ibuku tercinta

Puisi Ibu By: Agus Suarsono

Ku ingin,
Menghirup udara yang kau hirup.
Melangkah,
Di tempatmu melangkah.
Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Dan terlelap di atas pangkuanmu.

Ibu…
Ku hanya ingin selalu bersamamu.
sepanjang waktuku…

read: 22 Puisi Persahabatan, Kumpulan Puisi Sahabat Sejati


Tak Terganti

Puisi Ibu oleh Nurhalimah Lubis

Ketika kupandang lekat pada sudut matamu
Tersimpan derita yang begitu mendalam
Aku tahu disana banyak tersimpan air mata untuk kami anakmu

Air mata yang telah kami lakukan
Ibu
Kamu selalu berharap kami anakmu yang kan jadi nomor satu
Namun sering kali kami melawan dan melalaikan perintahmu

Kami selalu membuatmu bersedih
Mulai sekarang aku bertekad untuk menghapusair matamu…
dan menggantinya dengan canda dan tawa

Terima kasih Ibu
Kau takkan pernah tergantikan di dalam hati kami anakmu


Puisi Seorang Anak Untuk Ibu

Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan..
Untuk berjuang dalam pertempuran..
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi..
Doakanlah agar aku berhasil..

Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang..
Merebut kemenangan di mana pun adanya..
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis..
Biar kucari jalanku sendiri..

Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar..
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut..
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata..
Biar kuutarakan pikiranku..

Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku..
Memahat tempatku, menjahit kainku..
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku..
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.

read: 16 Puisi Untuk Ayah Yang Indah Dan Mengharukan


Jauh lebih bermakna

Puisi Ibu oleh Taufiq Ridho

Telah berjuta kata coba ku rangkai
ketika inginnya hati menggambarkan
lautan tinta sudah ku habiskan
ketika tangan kotorku ingin tuliskan

Seketika, tubuhku mematung waktu yg seakan berhenti
jiwa yg bergejolak mencampur adukan rasa…
aku tak bisa…
Apa yg sulit dari merangkai kata? begitu sulitkah menulis?
Tidak! Ternyata Bukan itu

Karna Berapa dan seindah apapun kata yg ku rangkai
sebanyak apapun tinta yg ku habiskan
kasihmu jauh melebihi itu
semua tentangmu, jiwa yg suci itu

sebuah pengharga’an yang ingin ku berikan
walau jauh berbanding dengan tulusnya kasihmu itu
apalah arti sebuah rangkaian kaata ini
kasihmu itu jauh lebih bermakna

karna engkau, aku mengertri hidup ini
kau itu bagai mentari
kau yg menyinari siangkuku
dan memberikan sinarmu pada bulan untuk menerangi malamku

aku menyayangimu, …ibu


Ulang Tahun Ibu

Bunda..
Engkau pecahkan kegalauan yang selalu membuatku jatuh..
Engkau bagai penopang raga yang mulai runtuh..
Engkau memberi semua yang kami butuhkan..
tapi kami, ketika engkau butuhpun kami belum menyadari..
Bunda..
kau buang waktumu tanpa lelah untuk kami..
Kau buat kasih sayang itu menjadi kebiasaan yang sering kami lupakan..
Engkau memberi tanpa kami meminta..
Engkau guyurkan siraman kasih yang tiada tandingannya..
Bunda..
Andai perasaan ini sepeka hatimu.,.
setegas kasihmu..
Semampu dan selalu ada untuk kami anakmu..
kan kurubah segala yang menajadi kesalmu..
kan ku coba merengkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku..
Diatas langit yang tak terbatas..
kau topangkan kasihmu tanpa merasa lelah..
Trimakasih Bunda.. terimakasih telah menjagaku hingga dewasa..
Memberikanku seluruh cinta tanpa putus asa..
dengan cintamu, aku merasakan kekuatan yang sungguh luar biasa..
Love you Mom, aku gak akan pernah bisa membalas seperti cinta dan kasih yang telah engkau berikan kepadaku, Sampai kapanpun!


Perjuangan Tanpa Banding

Puisi Ibu Oleh Ary Gembel

Bermula dari kasih sayang tulus…
Lukis semua rasa yang halus…

kini ku mulai cerita…
Saat merintih menahan dera…
Tiada banding hantamannya…
Bagai terbakar larpa…
Tak perna ia peduli jiwa kan tinggalkan raga…

Tak ada lukisan betapa menakutkan itu…
Layaknya petir bergemuruh…
Samua daya dan harap tumpah…
meruah semua gelisah…

Tiada sedetikpun yang mau…
Mau sejenak beri ruang untuk mengeluh…
Raungnya menyayat kalbu…
Tak terhitung butir-butir peluh…
Tapi badai belum berlalu…

Ia masih dan belum berhenti berperang…
Genggaman tangannya bagai remukkan tulang…
Hanya dia sendiri yang tau…
Jurang yang akan dia lalu…

Kini…
Rintih pergi…

Dan air sebening salju pun mulai berlinang…
Tak kala rengek meraung lantang…
Cemas melayang hilang…
Karena seonggak daging dan gumpalan darah telah datang…
Datang bagai bintang…

Kumandang asma illahi terdengar memenuhi setiap sisi ruang…
Lahir la buah cinta yang beri terang…


Demikianlah puisi ibu yang bisa dibagikan pada postingan kali ini. Jangan lupa datang kembali untuk melihat kompilasi puisi terbaik lainnya yang akan dibagikan pada postingan selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s